33 Tahun INKA Bangkit Meraih Sukses




PT INKA Persero yang berdiri pada tanggal 29 Agustus 1981 memperingati acara besarnya di hari minggu 31 Agustus 2014. Event tahunan yang diadakan oleh PT INKA mengambil tema “33 Tahun INKA Bangkit Meraih Sukses”.

Sebuah acara besar telah dipersiapkan untuk menyambut hari jadi Perusahaan BUMN yang berlokasi di Madiun ini. Mulai dari jalan santai yang mengambil rute Jl Pahlawan – Jl Dr Soetomo dan balik  ke Jl Yos Sudarso, Lomba Yel Karyawan hingga Pengundian Door Prize bagi Karyawan PT INKA, semuanya dikemas dalam satu kesatuan yang bertujuan untuk menjaga silaturahmi, dan kekompakan antara segenap Insan INKA.

Sejarah PT INKA  (Persero) - Madiun

PT Industri Kereta Api (Persero) (disingkat Inka, INKA, atau PT Inka) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri di 29 Agustus 1981. Inka merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api) pada saat itu. Balai yasa ini berlokasi di Madiun. Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialihfungsikan menjadi pabrik kereta api. Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.

PT INKA merupakan salah satu dari Industri Strategis Indonesia, selain PT Dirgantara Indonesia – Bandung, PT PAL – Surabaya, PT LEN Industri dan beberapa Industri Strategis lainnya, diciptakan untuk menciptakan dan mendukung Industri Perkereta-apian di Indonesia. Hanya bebeerapa negara saja yang mempunyai Industri Kereta Api di dunia, seperti Boombardir – Jerman, dan Nippon Sharyo – Jepang.

INKA, sebagai salah satu badan usaha milik negara terus mengalami perkembangan, diawali pada tahun 1981 dengan produk berupa lokomotif bertenaga uap kini menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Aktivitas bisnis Inka yang ada kini berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkeretaapian dan transportasi yang bernilai tinggi.

Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, Inka mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.


Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, INKA memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai :integritas, profesional dan kualitas. Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, INKA tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT INKA melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia.

Selain itu PT. INKA juga melakukan diversifikasi usaha, perluasan usaha ini dimaksudkan agar INKA mampu bertahan sebagai Industri yang berbasis manufaktur di Indonesia. Salah satu contohnya adalah : Penciptaan Mobil GEA “Gulirkan Energi Alternatif” yang prototipenya telah dibuat pada tahun 2008 lalu, serta telah di pasarkan ke beberapa Instansi  di Indonesia. PT. INKA juga telah berhasil menciptakan Unit Articulated Bus untuk Trans Jakarta. Proyek selanjutnya adalah Monorail Jakarta – Bandara yang dikerjakan oleh sebuah konsorsium dan dipimpin oleh PT. Adhi Karya.

Siklus PT. INKA Persero sebagai perusahaan yang berbasis Manufaktur terkadang mengalami pasang surut. Hal ini memang berbeda dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia) Persero yang bergerak di bidang Jasa Pelayanan, dimana setiap orang pasti membutuhkan Kereta Api sebagai sarana transportasi. Sebagai Perusahaan Manufaktur, PT INKA memang dituntut untuk memenuhi tantangan global, terlebih teknologi yang diciptakan untuk kereta api dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. “Contohnya : Jepang dengan Shinkansennya”. Tentu kereta api super cepat ini tidak akan mampu bila diterapkan dengan rel yang ada di Indonesia, dimana kapasitas rel di Indonesia berbatas untuk kecepatan kereta api ini. Sudah sepantasnya negara ini harus membenahi segala infrastruktur yang ada, demi mendukung Industrinya.

Terhadap pola monopoli memang harus dilakukan untuk mendukung Industri Strategis ini. Tak ada kata lain bagi PT. KAI harus membeli produk buatan PT. INKA, sebaliknya PT INKA harus mampu memperluas ekspansinya bukan hanya di Indonesia tetapi di negara-negara dunia yang membutuhkan kereta api. Pemerintah harus membuat kebijakan akan hal ini. Industri Kereta Api adalah sesuatu yang dibanggakan bagi Indonesia. Sebagai bangsa kita harus mencintai produk dan mendukung Industri Strategis Indonesia. Terlebih lagi, ada 850 Karyawan Tetap dan ribuan karyawan Kontrak yang bekerja di PT INKA – Madiun. Sehingga wacana penyatuan (merger) PT INKA dengan PT KAI hanyalah intermezzo.



Penulis
Pangki Pangluar
Sunber Artikel
Wikipedia
Kembali Artikel

0 comments
1OOO Wajah
Warna Indonesia


 “Indonesia bukan Hanya Bali”
Banyak yang berkata bahwa Indonesia itu identik dengan Bali. Masyarakat Dunia hanya tahu Indonesia adalah Bali. Sedangkan kita tahu Indonesia punya potensi Sumber Daya Alam yang begitu banyak. Coba lihat Labuhan Bajo, Raja Ampat, Pantai Parang Tenggiri, hingga Pulau Komodo adalah asset Indonesia yang begitu kaya....



Kebudayaan yang merupakan cikal bakal dari peradaban telah dimilik bangsa ini sejak dulu. Nusantara Indonesia yang begitu kaya harus dilestarikan dalam balutan .....
“1000 Wajah Warna Indonesia”
Tunggu Kehadiran Kami ......


0 comments
Ice Bucket Challenge donasi atau trend ?

“Kita tidak akan pernah menyadari ketika kita merasa kehilangan, walaupun terkadang itu bukan menjadi sesuatu yang berharga bagi kita”
Penulis



Belakangan ini, dunia dikejutkan oleh ICE Bucket Challenge semua program donasi untuk penyakit ALS. Program ini dibuat oleh suatu organisasi untuk penyakit ALS, alsa.org. Yang heboh dari donasi untuk penyakit ini adalah kita harus melakukannya dengan menjatuhkan se-ember air es ke kepala kita, lalu kita upload di you tube melalui chanel video ALS Bucket Challenge, dan dalam percakapannya kita menantang orang yang kita kenal atau mungkin pesohor negeri untuk melakukannya. Banyak pesohor dunia yang melakukannya mulai dari George W Bush, Bill Gates, hingga Mark Zuckerberg. Selebriti Indonesia juga tidak mau ketinggalan, Luna Maya, Julia Perez, hingga Bunga Citra Lestari dan Ashraff melakukan aksi ini. Sehingga jika mau dikatakan tantangan ini telah menjadi trending tropic dunia saat ini. Banyak sosial media, seperti You Tube, Twitter, dan Facebook memuat paling banyak topik ini.

Apa itu ALS ?
Als (Amyotrophic Lateral Sclerosis) : adalah salah satu jenis penyakit yang tergolong dalam penyakit saraf motor  atau Motor Neuron Disease (MND). Ada juga yang menyebutnya sebagai penyakit Charcot, untuk menghormati Jean-Martin Charcot, dokter ahli patologi Perancis yang kemudian merintis neurologi, yang memperhatikan dan melaporkan dengan cermat gejala pada pasien dan mengusulkan suatu diagnose pada tahun 1874.Turner et al (2010) mengeksplorasi pekerjaan-pekerjaan pioneer dalam ALS/MND ini. Di Amerika Serikat, penyakit ini juga dikenal dengan nama Lou Gehrig Disease, karena Lou Gehrig, seorang pemain baseball superstar klub Yankees New York, wafat karena penyakit ALS. 

Jika diuraikan kata demi kata, Amyotrophic Lateral Sclerosis berarti: A: tanpa, myo: otot, troph: makanan (substansi untuk hidup dan tumbuh), lateral: sisi (kiri/kanan tulang belakang), sclerosis: pengerasan . Artinya ALS adalah pengerasan (menjadi tak berfungsi) otot yang disebabkan karena otot tak menerima asupan substansi untuk hidup dan tumbuh.


Yang terjadi sebenarnya bukanlah otot-otot itu tidak menerima asupan makanan, tetapi tidak menerima perintah dari “pusat” alias otak. ALS adalah penyakit yang disebabkan oleh degenerasi sel saraf motor. Padahal sel saraf motor inilah yang berfungsi sebagai pemicu dan pengendali gerak otot pada hampir seluruh tubuh kita. Belum jelas dan pasti apa yang menyebabkan sel saraf motor mengalami degenerasi. Yang jelas, karena jumlah sel saraf motor yang sehat semakin berkurang karena berangsur rusak atau bahkan mati, maka semakin sedikit pula perintah dari pengatur saraf pusat yang sampai ke otot. Akibatnya penderita ALS tidak selalu bisa menggerakkan ototnya sekehendaknya. Bayangkan saja saat Anda ingin berjalan. Keinginan Anda ini dengan seketika akan mewujud dalam bentuk perintah yang dibawa oleh sel saraf motor dari sistem saraf pusat menuju ke semua otot-otot yang relevan, lalu otot-otot itu bergerak: Anda melangkah. Dalam situasi normal rangkaian proses ini akan berlangsung luar biasa cepat sehingga Anda tidak menyadari adanya tahapan-tahapan proses sejak keputusan untuk berjalan hingga akhirnya Anda mulai berjalan dan seterusnya. Karena proses degenerasi sel saraf motor berkelanjutan, maka semakin sedikit perintah yang tiba pada otot, dan semakin meluas otot-otot yang dipengaruhi. Perkaranya lagi, semakin sedikit otot bergerak, maka ukurannya akan mengerut. Akibatnya suatu gerakan yang biasa kita lakukan seperti mengangkat gelas, melangkah, berbicara, bahkan bernafas, dan lain-lain, akan dilaksanakan oleh otot yang terus-menerus mengecil. Oleh karenanya, pasien ALS merasa lemah dan amat lekas lelah.

Penyakit ini memang berbahaya, dan belum ada obatnya, diagnosa untuk penyakit ini juga terlalu panjang sehingga perlu dilakukan research lebih lanjut. Demi mendukung program penelitiannya ALSA “Amyotrophic Lateral Sclerosis Asociation” , sebuah organisasi untuk Penyakit ALS mengadakan program charity dimana kita dapat melakukannya dengan membuat sebuah tantangan ICE Bucket Challenge.

Perlukah Ice Bucket Chellenge bagi dunia ?
Penulis di sini tidak mempermasalahkan tentang program penelitian yang dilakukan oleh ALSA, akan tetapi dengan melakukan sebuah tantangan se-ember air es yang dijatuhkan ke kepala kita adalah sesuatu yang mubazir bukan ? Seharusnya dapat ditemukan alternatif lain sebagai media kampanye, tidak perlu air yang seharusnya menjadi berarti untuk sebagian orang.

Menurut Data Greeneration, sebuah Organisasi Lingkungan Hidup di Indonesia, secara keseluruhan di dunia air yang dapat dikonsumsi hanya berkisar 30% sisanya ialah air tawar dan laut. Sedangkan di Indonesia air yang dapat dikonsumsi hanya berkisar 30%, bayangkan jika kita melakukannya, berapa banyak air yang terbuang ? “Kita tidak akan pernah menyadari ketika kita merasa kehilangan, walaupun terkadang itu bukan menjadi sesuatu yang berharga bagi kita”

Kebutuhan air di Indonesia dan Dunia memang sangat diperlukan. Tidak masalah bagi orang yang mempunyai previllege akan hal itu. Di mana seseorang dengan leluasa memakai air untuk dapat dikonsumsi. Akan tetapi sebagian besar masyarakat dunia masih membutuhkan air untuk bagian dari kehidupannya. “Maksimal manusia tidak dapat hidup dengan air untuk dikonsumsi sebagai minuman adalah 3 hari” jika kita melihat kondisi tersebut, pentingkah kita mengikuti sebuah tantangan ini ? ALSA sebagai organisasi juga menyatakan dalam petunjuk untuk mengikuti donasi dan tantangan sebagai media kampanyenya. Sesorang dapat melakukan tantangan ini, jika terlebih dahulu melihat kondisi daerah sekitar. Jika wilayahnya tergolong sebagai wilayah yang kering dan kekurangan air, kita hanya cukup untuk mendonasikannya, tanpa harus melakukan sebuah tantangan ini. Dengan begitu kita masih dapat menyumbang dan mendukung Program Penelitian ini.

Ironi memang Donasi yang seharusnya digunakan untuk penelitian hanya menjadi Trend untuk mempertahankan Eksistensi semata ....


Penulis
Pangki Pangluar
Sumber Artikel Lainnya
http://alsnstars.wordpress.com/
Greeneration @Sarah Sechan Show
Bakground Foto :
google search
Kembali Ke Artikel
0 comments
THE COLOUR OF INDONESIA
ENTER
MASUK