Malam itu terasa Indah ....
Menikmati Makan Malam diiringi Musik Jazz yang smooth












BonCafe adalah restauran khas Surabaya yang membuka gerainya di beberapa lokasi di Surabaya dan Balikpapan. Jika ditanya "Original Tasty Steak Restaurant" Restaurant ini jawaranya. Berbeda dengan Sizzler atau Abuba Steak, di BonCafe mempunyai ciri khas sebagai Steak Traditional khas Belanda, sehingga tidak heran banyak para Orangtua yang ingin mengulang kembali sejarah rasa dari Steak ini. Kisaran harga untuk steak sekitar Rp. 75.000,- - 95.000,-. Steak yang termahal adalah Tebone dan Ribs Steak. Bisa dibilang andalan Steak BonCafe. Menu Pembuka "Appetizer" dipersipakan Roti Khas Belanda dengan Mentega Keju mengantarkan saat menunggu menu utama ala "BonCafe". Waktu itu kami memesan Ribs dan Tebone dengan minuman Juice Kopyor dan Alpukat. Menu yang cukup direkomendasikan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Pernikahan kami yang ke-tiga.

Steak BonCafe siap dihidangkan, waktunya kami makan.....
Semoga dapat dijadikan referensi bagi Para Pecinta Kuliner Indonesia !

0 comments
“ Kedatangan kami ke kota ini, mengingatkan akan budaya Reog yang melekat pada kota ini”
Penulis




Minggu pagi, 2 November 2014, sekitar jam 10, kami bersiap untuk melakukan perjalanan ke kota ini. Ponorogo letaknya tidak jauh dari Kota Madiun. Selain Kabupaten Madiun, Magetan Ngawi, Nganjuk, Pacitan dan Kota Madiun, kota ini masih dalam satu lingkup Karesidenan Madiun. Hal ini dapat dilihat dari Plat Mobil yang ber-inisial AE yang dikeluarkan oleh Kantor Samsat setempat.

Ponorogo dikenal sebagai Kota Reog. Bisa dikatakan seni Reog berasal dari kebudayaan asal Ponorogo. Banyaknya Patung dengan tema cerita Seni Reog menambah identitas kota ini sebagai gudangnya seniman Reog.  Jika Negara Tetangga meng-klaim bahwa Seni Reog adalah seni asal Malaysia, pada mulanya banyak Tenaga Kerja Indonesia asal Ponorogo yang mengembangkan Seni Reog di negara ini.

Selain itu Ponorogo terkenal sebagai daerah penghasil TKI terbesar di Indonesia. Ponorogo merupakan daerah terbesar pengekspor Tenaga Kerja Indonesia. Pahlawan Devisa ini banyak ditemukan di daerah Ponorogo. Tak heran harga tanah cukup mahal di Ponorogo. Bahkan ada satu daerah yang terkenal sebagai kampung TKI dengan bangunan rumah yang cukup mewah.

Perjalanan kami dari Madiun ke Kota Ponorogo sekitar 45 menit dengan jarak 25 Km dari kota Madiun. Perjalanan ini sengaja kami lakukan di pagi hari dengan berkendara sepeda motor. Kami ingin menumbuhkan suasana hangat yang tercipta sebagai pasangan Suami-Istri. Terlebih kami Belum dikaruniai Buah Hati, jadi perjalanan hanya kami lakukan berdua. Sepanjang jalan kami melewati beberapa daerah seperti Dolopo dan Ngebel. Ngebel adalah sebuah danau alam yang terdapat di kawah Gunung Willis.









                                                      
Selamat Datang di Ponorogo ...
Sampai di Kota Ponorogo, pandangan tertuju pada patung selamat datang Khas Reog Ponorogo. Maklum kota ini selain terkenal sebagai Kota Reog, juga terkenal sebagai Kota 1000 Patung. Banyak patung yang berdiri di perempatan jalan kota ini. Sampai disana tidak lupa kami melakukan lunch di Gang Sate, disekitar daerah Rumah Makan Citra Sari. Sate Ponorogo cukup dikenal bagi orang Indonesia. Sate berbumbu kacang yang khas ini merupakan makanan wajib yang harus dinikmati ketika anda berkunjung ke kota ini. Maka dari itu sebutan lain sebagai Kota Sate melekat pada Kota Ponorogo. Konon ceritanya “menurut versi Tukang Sate dimana saya makan” Ketika melakukan mudik ke Pacitan (daerah asal Presiden RI Ke-VI ), Presiden RI Ke-VI “Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga” sering menikmati sajian di Kampung Sate Khas Ponorogo. Salah satu Warung Sate Ponorogo yang terkenal adalah milik H. Tukri Sobikhun. Biasa menyediakan pesanan sate dalam jumlah besar. Jika ada event skala Nasional maupun Internasional. Warung sate disekitar warung  milik H. Tukri Sobikhun ini saling berkoordinasi untuk menyajikan penyajian Sate dalam event tertentu. Disebut Kampung Sate karena pencetus pertamanya H. Tukri Sobikhun menginspirasi kepada penduduk sekitar untuk membuka warung sate serupa di daerah itu. Letaknya berbeda dari tempat kami makan. Kampung Sate terletak ketika anda masuk ke Kota Ponorogo.


Lunch telah selesai kami lakukan, perjalanan kami lanjutkan untuk melihat salah satu Mall Baru di kota ini. Namanya PCC Ponorogo City Centre” . Mall yang dibangun oleh Bliss Group ini, menghadirkan Mall dengan standard kelas menengah. Mall ini terintegrasi dengan Hotel Amaris milik Santika Group yang terletak di lantai paling atas. Jika ditanya tenant anchor yang dihadirkan di Sun City Festival – Madiun dengan Ponorogo City Center hampir sama. Hanya saja Lotus sebagai Departemen Store yang ada di PCC lebih lengkap dari Sun City Festival Madiun. Di sini terdapat Hypermarket untuk Supermarket, Lotus untuk Departemen Store, Electronic Solution, rencana bioskop Cinemax dan beberapa penyewa lainnya. Mall ini sering mengadakan event. Seperti kedatangan penyanyi juara X-Factor 2012 Fathin Shiddgia Lubis dan event lainnya. Hari itu tampak deretan motor modifikasi sedang melakukan perlombaan di mall ini.

Sampai Jumpa Lagi ...
Waktu telah menunjukkan pukul 16.00 saatnya kami kembali. Setelah lebih dari tiga jam kami berkeliling di Mall ini, kami melanjutkan perjalanan kembali. Saatnya kami pulang. Sebelum pulang, kami menyempatkan menikmati sajian makan di Joglo Manis. Sebuah Rumah Makan tempo doeloe yang menyajikan masakan khas Indonesia. Ada pululan jenis makanan yang disajikan oleh rumah makan ini, beserta oleh-olehnya. Akhirnya kami memilih makanan Kepiting Asam Manis sebagai penutup perjalanan kami di Kota Ini. Sampai Jumpa Lagi Ponorogo….. !

Penulis :
Pangki Pangluar
Foto :
Nokia Lumia 520 - Google Search
Kembali Ke Artikel
0 comments
Majenang


Beberapa tahun yang lalu, daerah ini pernah menjadi tempat bagi saya untuk menghabiskan waktu. Seiring perkembangan, kota kecamatan ini mengalami pembangunan yang berarti .....

Kira” 3 bulan lalu, saya mengunjungi kota ini. Penyebabnya Ibu sakit. Sudah 2 tahun lebih saya tidak pulang. Rasa rindu kepada Kampung Halaman membuat saya bergegas untuk melanjutkan perjalanan saya ke daerah ini. Terutama kerinduan untuk bertemu Mbah “Nenek dari Ayah saya”.


Majenang, sebuah kota kecamatan yang terletak di Barat Kabupaten Cilacap. Dahulu, Kota ini bersatus Kawedanan bersama Kota Sidareja yang juga terletak di Kabupaten Cilacap. Wacananya melalui Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Forum Peduli Cilacap Barat, Kota Majenang akan dijadikan sebagai Ibu Kota dari Kabupaten Cilacap Barat. Sebuah wilayah yang juga menjadi wacana sebagai kabupaten baru di Propinsi Jawa Tengah. Jika dilihat letak Geografisnya, jarak antara Kabupaten Cilacap dengan wilayah Majenang terlalu jauh, sehingga diperlukan adanya pemekaran wilayah untuk kabupeten baru. Nantinya wilayah Cilacap Barat meliput beberapa kecamatan seperti : Kecamatan Majenang, Sidareja, Cimanggu, Cipari, dan Wanareja.


Penduduk dan Bahasa

Kota ini dilintasi oleh jalur antar provinsi di bagian selatan Pulau Jawa. Majenang merupakan daerah perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Sehingga wajar jika mayoritas penduduknya merupakan orang Sunda dan Jawa. Karena merupakan daerah perbatasan. Bahasa yang digunakan bukan berupa Bahasa Sunda maupun Jawa yang halus, melainkan Bahasa Ngoko atau kasar. Perpaduan logat bahasa yang menggunakan Bahasa Jawa khas Banyumas-an.

Ada yang unik dalam penamaan bahasa seperti kata :

- Ambil (Bahasa Indonesia)
- Juput (Bahasa Jawa Kromo)
- Jiot (Bahasa Jawa Ngoko khas Majenang)

- Lapar (Bahasa Indonesia)
- Luwe (Bahasa Jawa Kromo)
- Kencot (Bahasa Jawa Ngoko khas Majenang)

- Aku (Bahasa Indonesia)
- Kulo (Bahasa Jawa Kromo)
- Nyong (Bahasa Jawa Ngoko khas Majenang) 

Dan penamaan bahasa khas Majenang lainnya

Ekonomi

                          
Walaupun Majenang hanya berstatus sebagai kota kecamatan untuk saat ini. (Sebagai Ibu Kota Cilacap Barat masih menjadi wacana), dan hanya merupakan daerah perlintasan jalur provinsi, Kota ini dapat dikatakan cukup mandiri dari segi perekonomian. Di sini berdiri bank besar yang membuka cabangnya di kota ini. BRI, BNI, Mandiri, Bank Jateng yang merupakan Bank Plat Merah hadir untuk memberikan kemudahan dalam menunjang proses transaksi ekonomi, selain itu BCA, Bank Niaga, BTPN juga hadir di kota kecamatan ini. Kota ini mempunyai beberapa Swalayan, dan Departemen Store seperti Yogya Superstore, sebuah Swalayan dan Departemen Store asal Jawa Barat, Laksana Baru (LB), Swalayan modern pertama di Kota Majenang, SuperBazar-Matahari, dan beberapa mini market Alfa dan Indomaret. Berdiri Hotel Borobudor dan Kenanga melengkapi fasilitas yang ada di kota ini. Jl. Diponegoro Boulevard merupakan jalan utama bagi transaksi ekonomi di kota ini. Selain itu Jl Matahari (pemekaran daerah Pasar Baru), dan JL. Dr Soetomo merupakan wilayah perniagaan lainnya.









































- Suasana Laksana Baru Swalayan
- Suasana Yogya  Swalayan

Alun – Alun dan Taman Kota

Majenang mempunyai alun-alun yang dahulu merupakan kantor kawedanan. Sekarang alun-alun kota ini merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Majenang. Demi melayani pemenuhan kebutuhan masyarakat akan standar pelayanan yang baik, Kecamatan Majenang berkoordinasi dengan dinas terkait yang ada di wilayah ini. Kebutuhan akan informasi bagi penduduknya juga menjadi prioritas utama. Fasilitas Wifii gratis dengan jangkauan yang cukup luas, dan Papan Informasi yang terkait dengan Majenang dan seputar Lowongan Kerja tersedia di sini. Pada hari tertentu Alun-alun kota ini, biasa diselenggarakan event, baik berskala daerah kabupaten maupun propinsi.

Selain alun-alun, Majenang juga mempunyai taman kota yang juga terletak di Jl. Diponegoro Boulevard. Taman tematik Dinosaurus ini, diharapkan kehadirannya dapat menjadi interaksi komunal bagi penduduk di sekitarnya. Pembagunan Sentara Kuliner yang terdapat di sebelah utara Taman Kota diharapkan dapat menjadi pusat kuliner dalam mempromosikan aneka makanan tradisional dari wilayah ini, pada khusunya dan Kabupaten Cilacap pada umumnya.


Kuliner
Apa yang menarik dari panganan khas kota ini ?. Segala hal yang berbau pisang dapat dikatakan merupakan ciri khas oleh-oleh Majenang. Pengolahan pisang biasanya dapat dijadikan :
- Saleh Goreng dan Basah
- Keripik
- Dodol

Saleh Pisang Sandy menjadi terkenal bagi oleh-oleh khas Majenang.

Di beberapa tempat berdiri Depot Bakso dan Mie Ayam, salah satu yang terkenal adalah Bakso Mekarsari. Walaupun terbilang agak mahal sekitar Rp 18.000,- tetapi Bakso ditambah babat rasanya cukup mengundang selera, ditambah porsi yang ditawarkan cukup besar. Selain itu masih terdapat Depot Bakso lainnya yang cukup lezat dari segi rasa, seperti Bakso Rudal – Cilopadang dan Hidayah.







Tempat makan ala francheise banyak berdiri di kota ini, sebut saja : Sup Ayam Pak Min Klaten, Bumbu Desa Mergosari, dan Cibiuk untuk masakan tradisonalnya. California Fried Chicken di Laksana Baru Food Court,  Quick Chicken dan Pizza Ria biasa menjadi tempat kumpul bagi anak muda Majenang.

Fasilitas Lainnya :


Terdapatnya RSUD Majenang dan Kantor Samsat memberikan kemudahan akan fasilitas pelayanan yang baik. Majenang yang berstatus sebagai kota kecamatan, banyak dijumpai klinik baru untuk pelayanan kesehatan. Rencana dibukanya RS. Islam Siti Fatimah “Seorang Pengusaha di bidang TKI dan Pertambangan asal Cilacap”) akan melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang baik. Selain itu Majenang mempunyai Radio Gasebo dan Sukma FM yang menjadi favorit bagi anak muda dalam menerima Informasi yang terkait pemberitaan maupun event lainnya.

Demikianlah informasi yang terkait dari kota ini, semoga bermanfaat

Penulis :
Pangki Pangluar 
Foto: Nokia 520 - Panggon.com
Kembali Ke ARTIKEL
0 comments
THE COLOUR OF INDONESIA
ENTER
MASUK