Memori 90-an


“Yang kecilnya di era 80-an kayaknya lagi pada demam memory masa kecil nih kayaknya. emang masa kecil era 80 an sampai awal 90 an itu something banget... sayang ini berakhir ketika era reformasi tiba...... pertengahan 90an - sekarang masa kecil mereka jadi sucks. IPAD, SMARTPHONE, MOBIL, MOTOR, BANGUNAN2 telah merenggut lahan permainan mereka. dulu anak kecil bisa maen di mana aja mereka mau. Para orang tua pun tidak perlu khawatir keamanan mereka. Main di kala malam hari menjadi hal yang amat menyenangkan atau bahkan ketika hujan tiba berlari kesana kemari di jalanan sambil buka baju bahkan terkadang telanjang tanpa takut ketabrak Mobil atau Motor......hhhhh...... missed that momments.
di kala itu Presidennya masih Soeharto atau kita biasa sebut dia cing ato... bhakakakakakaka” – Wisarobo Jati Paratomo @ Facebook


Era 90 an  masa dekade itu sekarang lagi menjadi trending topic di berbagai sosial Media. Bagi kebanyakan orang yang lahir di tahun 80-an tentu akan mempunyai kenangan di tahun 90-an. Di mana kita bisa bermain di waktu malam dengan rasa aman. Rasa kekeluargaan yang begitu erat tercipta di kala itu....

Menguntip tulisan status dari seorang teman SMA 90 Jakarta, Wisarobo Jati Paratomo @ Facebook membuat saya mengingat masa itu. Saya yang terbiasa bermain basket dengan teman se kompleks, tak umpet kaleng, hingga bermain karet dengan anak cewek di SD Cenderawsih III Deplu, Jakarta sepertinya jarang melihat lagi kegiatan itu pada anak zaman sekarang. Gadget adalah menjadi hal yang penting dimana Induvidualitas tampak pada generasi Muda kita jaman sekarang.

Pernahkah anda bayangkan ? Ketika anda makan dengan keluarga anda, yang dilakukan pertama kali adalah Up date status di Sosial Media.... Tidak ada lagi rasa kebersamaa pada Quality Time kita yang hanya sebentar, itupun harus berkurang dengan kesibukan melalui Gadget masing-masing. Sedih juga rasanya.....!!!

Komersialisasi juga terjadi di setiap lini kehidupan. Bidang Pendidikan sebagai cotohnya. Label bertaraf Internasional rasanya menjadi kebanggaan sendiri dalam menentukan Pendidikan bagi anak mereka. Jika tidak disekolahkan di sekolah yang mempunyai label Internasional rasanya tidak bergengsi dan kurang berkelas. Semua anak dituntut harus menguasai bahasa Internasional, bahkan must better than Bahasa as Mother Languange. Selain itu Sekolah Internasional dianggap mempunyai tingkat keamanan yang lebih baik dibanding sekolah Negeri. Barulah Orang Tua menyadari ketika kasus Bullying melanda Jakarta Internasional School, bahwa ternyata tidak ada yang aman dalam pengawasan bahkan di Sekolah Internasional. Herannya lagi Sekolah Negeri juga berlomba dalam mencantumkan kompetensi sebagai Sekolah Berstandar Internasional, bukan hanya Sekolah Negeri Unggulan, Sekolah Negeri di desa entah berantah juga mencantumkan hal yang sama. Seolah setiap Guru sudah mempunyai standar kompetensi yang mumpuni untuk mampu mengajar dengan cara Internasional.....

Di dunia musik,...... ini yang paling memprihatinkan. Pernahkah anda mendengar musik Indonesia tahun 90-an. Pada jaman itu musikalitas Indonesia sangat baik. Di banding sekarang yang hanya menuntut komersialisasi.....Bandingkan saja beberapa album DEWA yang hadir dimasa dekade itu akan sangat berbeda musiknya jika dibandingakan dengan Album Dewa era 2000-an. Musik Dewa sempat menjadi ikon bagi anak muda pada masa itu. Masa lagu Melayu yang tidak meng-Indonesia, zaman Boy Band Girl Band ala korea telah menghancurkan kualitas musik Indonesia. Memang tidak semua melakukan Trend, musik Indonesia juga masih menunjukkan idealismenya Anggun, Agnez Mo, Tulus, Raisa, Afghan, Glen, Sandhy Sandoro dan Tompi juga mampu membawa Indonesia sebagai penyanyi mumpuni di mata Internasional......

Di dekade itu yang paling berkesan lagi adalah Anak Mas, makanan ini susah sekali di dapat pada zaman sekarang. Di berbagai Swalayan saya telah mencari makanan yang menjadi kenangan SD ini. Makanan yang formatnya semacam Mie Instant dicampur dengan bumbu keju menjadi jajanan wajib saya sehari-hari. Mungkin makanan ini tergurus dengan kemajuan penyajian makanan yang beragam, Anak-anak sekarang lebih memilih Sushi, Roti khas Bread Talk maupun Toul Des Jours sebagai jajajan sehari-hari. Sedih Banget .....!

Game Gadget yang In pada waktu itu mungkin adalah Game Console Atari, Nitendo, dan berlanjut ke Sega. Masih inget permainan utamanya...... Atari - Pac Man, Nitendo - Super Mario Bros, Sega – Sonic dan semuanya nggak bisa di Save jadi kalau mau main harus dari ulang lagi.... Baru di akhir tahun 90-an muncul PS One – dengan Winning Eleven sebagai kegemaran anak-anak pada waktu itu. PS One ini yang menjadi cikal bakal Anak Indonesia sekarang menajdi autis dengan Game.....Masih inget banget kalau main biasanya Saya dan teman-teman bergerombol. Terkadang itu membuat kami saling bertengkar lalu baikkan kembali. Namanya juga anak-anak....

Acara Televisi Full House dan Takeshi Castle sering diterapkan oleh Saya dan teman-teman. Kalau Saya bermain  di dalam rumah dengan design Full House alhasil rumah jadi berantakan bak kapal pecah, tapi Saya dan teman-tema di ajarkan team work yang baik sehabis permainan ini. Begitu juga dengan permainan Takeshi Castle.

Jaman 90-an yang paling in bagi saya......
- Main Tak Umpet Kaleng
- Main Tak Besi
- Main Tak Jongkok
- Main Karet
- Main Benteng
- Main Gambaran
- Main Gelembungan
- Desain  dan Main Permainan Takeshi Castle dan Full House
- Main Basket
- Kumpulin Kartu Basket kalau  ada Kartu Jordannya wajib diserahin ke Teman  
  Namanya BambangHariyanto he...he...he....
- Main Tamiya ...... sering dikibulin ring besi ala Pademangan
- Koleksi Saint Seiya, terinspirasi film dan action figure Ryu, Seiya, Yoga, dan
  Seina
- Game Nitendo dan Game Boy
- Game Sega
- Game Tamagochi
- Game Watch Tetris
- Pager
- Punya sepatu LA-Gear yang bisa kerlap-kerlip
- Punya Roller Blade
- Band Dewa
- Band Kla Project
- Band Slank
- Band Gigi
- Snack Anak Mas
- Permen Kojek Jagaon Neon
- Kerupuk Upil Bumbu
- Permen Karet Lotte
- Judi ager-ager

Kemajuan Teknologi telah membawa dampak yang luar biasa di lini kehidupan kita. Rasa Induvidualisme dan jiwa Oppurtunis mungkin juga beradaptasi dengan anak-anak kita sekarang. Kemajuan ini bukan berarti tidak mempunyai dampak postif bagi kita.... Banyak orang-orang yang menjadi kreatif dan bahkan menjadi terkenal akibat kemajuan Teknologi khususnya di bidang Informasi.....Layaknya pisau bermata dua, peranan Orang Tua dituntut lebih banyak dalam melakukan pengawasann perkembangan anak dengan Teknologi. Semoga kita dapat meminimalisir segala hal negatif dari kemajuan dan perkembangan Teknologi.....

Penulis :
Pangki Pangluar
kembali ARTIKEL 
0 comments
Joglonekarto


Teriknya Matahari tidak membuat kami berhenti untuk melanjutkan perjalanan ke Rumah makan ini.....

Siang itu, Minggu 31 Agustus 2014, sepulang dari gerak jalan PT. INKA (Persero) kami memutuskan untuk melanjutkan wisata kuliner. Joglonekarto adalah sebuah rumah makan yang terletak di Jl. Raya Takeran – Madiun, 15 Km dari pusat Kota Madiun. 
Restauran ini menjual Konsep Tradisonal dengan sawah sebagai latar belakangnya. Jadi ada beberapa bagian tempat makan, di mana di bagian terakhir adalah sawah. Konsep ini memang sengaja dibuat oleh pemiknya, karena mengingat banyaknya pengendara yang singgah di tempat ini, dan merindukan suasana sawah pedesaan ketika di kampung halaman. Jl. Raya Takeran adalah sebuah jalan lalu lintas yang cukup padat dan mempunyai akses langsung ke Jl Raya Madiun – Ngawi.

Di bagaian belakang tampak bangunan Joglo lengkap dengan Kereta Delmannya. Ini menandakan bahwa Rumah Makan ini sengaja menjual konsep Etnik dan Tradisonal pada setiap sisinya. Belum lagi di tambah ukiran Jawa di atas langit-langit Joglo rumah makan ini. 

Harga makanan dan minuman yang disajikan oleh restauran ini cukup murah berkisar 8.000 – 25.000,- untuk makanan dan 5.000 – 12.000.- untuk minuman. Yang menjadi rekomendasi kami adalah Minuman Juice Buah Naga yang dicampur dengan perpaduan Es Selasi dan Bebek Goreng untuk makanannya. Kelezatannya bisa anda dapatkan sebagai referensi Wisata Kuliner Anda..







Foto : 
Kodak Easy Share M 530
Kembali Ke : 
Artikel


0 comments
Keaneka ragaman Fauna Indonesia telah menjadi kebanggan bagi bangsa ini. Indonesia kaya akan Fauna ... Beberapa hewan Indonesia masuk sebagai hewan yang dilindungi oleh WWF, bahkan diantaranya menjadi yang terbaik dan mendapat penghargaan dari UNESCO

Berikut 10 Taman Satwa Terbaik versi 
THE COLOUR OF INDONESIA 


1. Taman Nasional Pulau Komodo Flores - NTT


Pulau Komodo merupakan Taman Konservasi bagi hewan purbakala Komodo yang dilindungi oleh WWF “sebuah Badan Dunia PBB yang bergeerak didalam pelestarian Lingkungan dan Fauna”. Pada tahun 2009 Taman Nasional ini terpilih oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.

Di sini Hewan Komodo dapat berlembang biak dengan baik di beberapa pulau yang ada di sekitar Taman Nasional ini seperti Pulau Komodo, Rincah, dan Gili Motang. Hewan Purbakala yang merupakan keturunan dari Naga ini hidup di ketiga pulau ini dengan jumlah sekitar 2000 –an Komodo.

Pada tanggal 11 November 2011 Taman Nasional ini terpilih sebagai New Seven Wonders Of Nature “Tujuh Keajaiban Alam Terbaru” , selain Hutan Amazon, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Pulau Jeju

2. Taman Nasional Bunaken – Sulawesi Utara

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang dan ekosistem pantai.
Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km². 97% dari taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.

3. Taman Nasional Ujung Kulon - Banten


Taman Nasional Ujung Kulon memiliki beragam jenis satwa liar baik bersifat endemik maupun penting untuk dilindungi. Secara umum kawasan ini masih mampu menampung perkembangbiakan berbagai populasi satwa liar. Beberapa jenis satwa endemik penting dan merupakan jenis langka yang sangat perlu dilindungi adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula) dan Anjing hutan (Cuon alpinus javanicus).

Semenanjung Ujung Kulon pada saat ini merupakan habitat terpenting dari Badak Jawa, yang populasinya diperkirakan ada 50-60 ekor, serta merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana secara alami Badak Jawa mampu berkembang biak pada dekade terakhir ini. Di taman nasional ini diperkirakan ada sekitar 30 jenis mamalia, yang terdiri dari mamalia ungulata seperti Badak, Banteng, Rusa, Kijang, Kancil, dan Babi Hutan, mamalia predator seperti Macan Tutul, Anjing Hutan, Macan Dahan, Luwak dan Kucing Hutan, mamalia kecil seperti walang kopo, tando, landak,bajing tanah, kalong, bintarung, berang-berang, tikus, trenggiling dan jelarang. Diantara Primata terdapat dua jenis endemik, yaitu Owa danSurili. Sedang jenis Primata lain adalah Lutung (Presbytis cristata), Kukang (Nycticebus coucang) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) mempunyai populasi yang cukup baik dan tersebar di sebagian kawasan.

Banteng (Bos javanicus) merupakan binatang berkuku terbesar dan terbanyak jumlah populasinya (± 500 ekor). Satwa ini hanya terdapat di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje, serta tidak dijumpai di Pulau Panaitan. Rusa (Cervus timorensis) di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje terdapat dalam jumlah dan penyebaran yang sangat terbatas,dan di Pulau Peucang tedapat dalam jumlah yang sangat banyak, dan di Pulau Panaitan menunjukan perkembangan yang semakin banyak. Babi hutan (Sus scrofa), muncak (Muntiacus muntjak) dan pelanduk (Tragulus javanicus) relatif umum terdapat di seluruh kawasan, tetapi celeng (Sus verrucosus) hanya di jumpai di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje.

Taman Nasional ini masuk ke dalam Situs Warisan Dunia versi UNESCO 

4. Taman Nasional Gunung Leuser – Aceh
Di taman nasional ini terdapat 130 jenis mamalia, di antaranya orangutan sumatera (Pongo pygmaeus abelii), sarudung (Hylobates lar), siamang (Hylobates syndactilus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestriana) dan kedih (Presbytis thomasi). Satwa karnivora di antaranya: macan dahan (Neofelis nebulosa), beruang madu (Helarctos malayanus), harimau sumatera (Phantera tigris Sumatraensis). Satwa herbivora yang ada di taman nasional ini adalah gajah sumatera (Elephas maximus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensis), dan rusa sambar (Cervus unicolor).
Diperkirakan ada sekitar 89 spesies langka dan dilindungi berada di Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya:
  • Orangutan sumatera (Pongo pygmaeus abelii)
  • Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
  • Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae)
  • Gajah sumatera (Elephas maximus)
  • Beruang madu (Helarctos malayanus)
  • Rangkong papan (Buceros bicornis)
  • Ajag (Cuon Alpinus)
  • Siamang (Hylobates syndactylus)
Diperkirakan ada sekitar 325 jenis burung di Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya: rangkong badak (Buceros rhinoceros). Fauna reptilia dan amphibia didominasi ular berbisa dan buaya (Crocodillus sp). Di sini terdapat ikan jurung (Tor sp), ikan endemik Sungai Alas yang bisa mencapai panjang 1 meter. Di sini juga terdapat kupu-kupu.  

Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera ke daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 2004, membuat Taman Nasional Gunung Leuser juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. 

5. Taman Safari and Marine Park  – Bali
Taman Safari and Marine Park adalah taman yang terletak di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali. Taman safari yang populer dengan nama Bali Safari & Marine Park (BSMP) ini merupakan taman safari yang ke 3 di Indonesia dan merupakan "sister park" dari Taman Safari Cisarua, Bogor dan Taman Safari Indonesia 2 di Prigen, Jawa Timur. Seperti kedua Taman Safari sebelumnya itu, BSMP juga merupakan lembaga konservasi dan anggota dari Persatuan Kebun Binatang se Indonesia.

Taman Safari Indonesia 3 ini menyediakan sebuah medium unik, kombinasi dari kehidupan satwa liar di habitat aslinya dengan ekosistem bersinggungan dengan kebudayaan masyarakat Bali.\ BSMP menjadi tempat penangkaran hewan endemik atau rawan punah di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Konsep dasar BSMP adalah mengajak pengunjung menikmati pengalaman bersafari yang diawali dari daerah Bali modern, masuk ke kehidupan Bali Kuno, dengan berbagai ajaran filosofis, mitos, sejarah yang erat dengan kehidupan liar. Jadi, selain menyediakan wisata satwa, BSMP memiliki visi pendidikan dan budaya yang kuat. Di sana, pengunjung dapat merasakan kenyamanan memberikan makanan kepada satwa, bersentuhan secara langsung dengan satwa terlatih, dan menonton pertunjukan binatang (animals education and conservation show).


Satwa yang ada di BSMP adalah jenis satwa dari tiga wilayah (Indonesia, India, dan Afrika), di antaranya adalah jalak putih, burung hantu, beruang madu, harimau Sumatra, rusa tutul, beruang Himalaya, nilgai, black buck, kuda nil, greavy zebra, onta punuk satu, burung unta, babbon, blue wildebeest, dan singa. Jumlah satwa ± 400 satwa. Pada awal November 2012, BSMP menerima pengalihan 72 buaya dari Taman Reptil, Mengwi, Badung, Bali karena Taman Reptil tak memiliki izin dan memperlakukan 72 buaya (anak, dewasa, bahkan telor) supaya buaya-buaya itu mendapatkan tempat dan perawatan yang layak. Satwa yang ada di BSMP adalah jenis satwa dari tiga wilayah (Indonesia, India, dan Afrika), di antaranya adalah jalak putih, burung hantu, beruang madu, harimau Sumatra, rusa tutul, beruang Himalaya, nilgai, black buck, kuda nil, greavy zebra, onta punuk satu, burung unta, babbon, blue wildebeest, dan singa. Jumlah satwa ± 400 satwa. Pada awal November 2012, BSMP menerima pengalihan 72 buaya dari Taman Reptil, Mengwi, Badung, Bali karena Taman Reptil tak memiliki izin dan memperlakukan 72 buaya (anak, dewasa, bahkan telor) supaya buaya-buaya itu mendapatkan tempat dan perawatan yang layak.

6. Batu Secret Zoo – Malang

Batu Secret Zoo merupakan tempat wisata dan kebun binatang modern yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Batu Secret Zoo yang berada di tanah seluas 14 hektare tersebut merupakan bagian dari Jatim Park 2, selain Pohon Inn dan Museum Satwa. Beberapa koleksi hewan dari berbagai habitat yang sebagian besar berasal dari Asia dan Afrika dapat ditemukan di kebun binatang ini, antara lain singa putih, kijang afrika, burung macau, dan bermacam-macam reptil.

Sejarah
Kebun Binatang Batu mulai dibangun pada akhir tahun 2008 bersamaan dengan Jawa Timur Park 2 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010.
Fasilitas dan Kebun Binatang Batu Secret Zoo memiliki berbagai jenis dari seluruh belahan dunia, seperti Singa dari AfrikaGajah dari Sumatra, dan lain sebagainya. Juga terdapat Giant Wheel, Log Flume, Kidz Zone, River Adventure, dan lain-lain sebagai fasilitas dan tempat bermain untuk pengunjung.

Fasilitas :

Savannah
Savannah adalah sebuah terowongan berdinding kaca, para pengunjung dapat menyaksikan ekosistem dari hewan-hewan Afrika, seperti Giant Sable Antelope, Scimitar-Horned oryx, Zebra, dan para hewan berkuku lainnya. Para pengunjung juga dapat mencari informasi dari layar sentuh yang sudah dipasang di terowongan.

Kampung Afrika dan Gajah
Di Kampung Afrika, pengunjung disuguhi dengan para hewan kecil seperti mirkat, marmut, kelinci, dan lain sebagainya. Terdapat cafe yang dibuka untuk beristirahat, dan petugas yang menjaga di kandang gajah. Pengunjung dapat memberi makan dan menyaksikan kehidupan bayi Gajah Sumatra di kandang ini.

Elang
Elang adalah rumah bagi para elang-elang yang diadopsi (dibeli) oleh pihak kebun binatang. Para pengunjung yang masuk ke "rumah" elang ini akan dapat menyaksikan kehidupan elang, berbagai spesiesnya, dan status konservasinya. Dengan dipandu oleh petugas, pengunjung dapat berjalan sambil melihat berbagai jenis elang yang sudah diadopsi oleh kebun binatang. 

Kuda Nil dan Buaya
Pengunjung yang datang ke kolam buaya dan kuda nil ini dapat menyaksikan kehidupan kuda nil, habitat, makanan, dan cara bergeraknya. Pada jam tertentu, kuda nil akan diberi makan roti, sayur, dan buah-buahan, dan pengunjung juga dapat ikut memberi makan kuda nil ini. Pengunjung juga dapat melihat buaya dari atas jembatan yang sudah dibuat, dan menyaksikan aktivitas buaya.

Fantasy Land
Area permainan yang cukup luas, yang membuat anak-anak dapat bermain gembira di sana. Pengunjung yang lelah dapat beristirahat di cafetaria yang ada di sebelah Fantasy Land ini. Terdapat kolam renang anak yang diberi ember raksasa, dan juga air mancur. Bagi pengunjung yang ingin memberi makan hewan, dapat mengikuti kereta Safari Farm, yang terdapat di sebelah Gorilla Raksasa. Pengunjung yang senang berfoto juga dapat menaiki patung gorilla di sebelah Safari Farm dan River Adventure.

River AdventureMenaiki perahu mesin ini sungguh mengasyikkan, dengan melihat Orangutan yang tinggal di pulaunya ini. Pengunjung juga akan melewati Bahtera Nuh, dan pulau-pulauOrangutan.

Feeding Birds
Batu Secret Zoo menyediakan fasilitas memberi makan burung, di Feeding Birds.

Tiger Land
Spesies Harimau Siberia yang ada di Batu Secret Zoo
Pengunjung yang mencintai harimau akan serasa di surga, dengan melihat berbagai macam kucing besar ini. Di Tiger Land, kandang harimau-harimau ini dibuat bertema, dengan informasinya juga. Setelah itu, terdapat singa putih pertama di Indonesia, setelah Maharani Zoo&Goa, yang ditaruh bersebelahan dengan Singa Afrika.

Mancing Harimau
Mancing Harimau adalah tempat para pengunjung untuk memberi makan harimau, sambil berdiri di atas kaca acrylic. Pengunjung yang ingin mengikuti mancing harimau diharuskan membayar Rp10.000,00. Pengunjung akan memancing harimau dengan daging segar, dan menyaksikan tingkah laku harimau yang ingin meraih daging tersebut.

Giant Wheel
Merupakan kincir raksasa terbesar kedua di Indonesia, setelah yang terdapat di Jakarta. Pengjunjung akan merasa kagum dan tegang apabila menaiki wahana ini. Pengunjung dapat melihat seluruh kota Batu, dan kebun binatang dari atas, dengan diiringi musik yang dipasang. Di bawah lingkaran, terdapat kaca agar dapat melihat bawah, membuat ketegangan para pengunjung bertambah.

Log FlumeWahana air yang satu ini sangat seru, karena pengunjung akan tersiram air yang ada. Dengan nama "Jack and the Beanstalk", perngunjung serasa benar-benar di awan seperti yang ada di ceriata Jack. Siraman air yang ada membuat suasan semakin seru. 

Hewan-Hewan
Spesies di Batu Secret Zoo sangat beragam, dan berasal dari berbagai belahan dunia. Diantaranya adalah:

Mamalia
  • Gajah Sumatera
  • Singa Afrika
  • Singa Putih
  • Harimau Siberia
  • Harimau Sumatera
  • Harimau Benggala
  • Cheetah
  • Leopard
  • Jaguar
  • Meerkat
  • Antelop
  • Orangutan
  • Kuda Nil
  • Jerapah
  • dan lain-lain 
Burung
  • Burung Nuri
  • Scarlet Ibis
  • Caribbean Flamingo
  • Greater Flamingo
 Ikan
  • Hiu Karang sirip-hitam
  • Ikan Laut
  • Ikan air tawar 
Reptil dan Amfibi
  • Buaya Nil
  • Katak
  • Kura-kura
  • Salamander
  • Axolotl
  • Penyu
6. Taman Safari Prigen – Pasuruan
Taman Safari Prigen adalah salah satu Safari Park terluas di Asia, yang terletak di Taman Nasional Gunung Arjuna, Jawa Timur. Memiliki berbagai macam spesies hewan dan atraksi terbaik se-Indonesia, kolam renang dengan sistem filter air yang canggih, dan habitat yang tidak rusak dan suasana yang rimbun. Taman Safari Indonesia menjadi tempat wisata yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas.



7. Taman Safari Cisarua – Bogor

Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Memberi makan hewan dengan wortel.
Keunikan tempat wisata ini dari kebun binatang lainnya di Indonesia adalah pengunjungnya bisa berkeliling ke berbagai tempat untuk bisa melihat dari dekat semua jenis binatang dengan memakai mobil pribadi ataupun naik bus yang sudah disediakan pihak pengelola Taman Safari. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan hewan-hewan tersebut.

Sejarah
Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare. Taman ini ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.
Kini, luas Taman Safari telah berkembang menjadi 168 hektare dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang.
Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lereng Gunung ArjunaKecamatan PrigenKabupaten Pasuruan,Jawa TimurBali Safari & Marine Park di desa Serongga, Kecamatan GianyarBali dan Batang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten BatangJawa Tengah
Koleksi dan fasilitas

Pertunjukan Gajah di Taman Safari.
Taman Safari memiliki sekitar 2500 koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia termasuk satwa langka, seperti harimau benggalajerapahsingaorang utangajahanoakomodo dan lain sebagainya. Taman Safari Indonesia dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi dan atraksi seperti bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, komedi putar, pentas sirkus, area gocart, bom bom car, rumah setan, atraksi hewan, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka.

Penghargaan
Lembaga Konservasi Terbaik
  • Indonesia Green Award
  • Sapta Pesona Award
  • Best Indonesia Travel And Tourism Award
  • Satyalancana Pembangunan Award
8. Taman Nasional karimun Jawa - Jepara
Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan kepulauan berjumlah 22 pulau yang terletak di Laut Jawa, mempunyai luas 111.625 Ha. Taman Nasional Karimunjawa ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui SK Menhut No.123/Kpts-II/1986 kemudian pada tahun 1999 melalui Keputusan Menhutbun No.78/Kpts-II/1999 Cagar Alam Karimunjawa dan perairan sekitarnya seluas 111.625 Ha diubah menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Karimunjawa. Tahun 2001 sebagian luas kawasan TN Karimunjawa seluas 110.117,30 Ha ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan dengan Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001.



Di Taman Nasional ini hidup ribuan ikan dan terumbuh karang. Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan tugas utama melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam rangka konservasi Sumber Daya Alam Hewan, Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pengelolaan terdapat banyak tantangan untuk memadukan konservasi dan pembangunan ekonomi yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

9. Kebun Bintang Ragunan - Jakarta

Kebun Binatang Ragunan adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,Indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.

Kebun Binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang." Terletak pada tanah seluas 10 hektaree di kawasan CikiniJakarta Pusat yang merupakan pemberian seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia. Tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan RagunanPasar MingguJakarta Selatan pada tahun 1964. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektaree yang menjadi rumah bagi kebun binatang ini. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966

9. Kebun Bintang Gembira Loka - Yogyakarta
Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orangutan, Gajah Asia, Simpanse,Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka diatas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora.
Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.
Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya.
Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.
Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk "Taman Burung" dan sedangkan untuk "Taman Reptil dan Amfibi" sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.

Sumber :
Wikipedia - Ensiklopedi Indonesia
Foto :
Google Search
Pacarkecilku.com
Pagipho Art

kembali ke TERBAIK

0 comments
THE COLOUR OF INDONESIA
ENTER
MASUK