Meneruskan Tradisi Kenegaran 
Yang Baik











Rakyat Indonesia telah memilih H. Joko Widodo dan H. M Jusuf Kalla, sebagai pemimpin negara yang baru. Kedua tokoh ini terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden R.I untuk memimpin negara ini di 5 tahun mendatang. Besar harapan rakyat Indonesia kepada ke dua pemimpin ini dapat membuat Indonesia ke arah yang lebih baik. Ada yang menarik dari seputar pelantikan yang terjadi kemarin. Di mana peristiwa ini tidak terjadi pada peristiwa kenegaraan sebelumnya.

H. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke -6 RI berusaha untuk mengubah tradisi kenegaran yang kurang baik. Tradisi yang dimaksud adalah proses dalam penyerahan kekuasaan dari Presiden lama ke Presiden yang baru.

Perisitiwa Kenegaraan/ Custom terhadap penyerahan kekuasaan secara formal, yang menyertakan rasa keikhlasan untuk menyerahkan kekuasaan dari Presiden lama ke Presiden yang baru, tidak pernah kita jumpai sebelumnya. Peristiwa kenegaraan itu biasanya diwarnai dengan skandal dan issue politik yang menyertainya. 

Lihat saja : 
- Peralihan kekuasaan dari Presiden RI I Ir. Soekarno (1945-1967) ke Presiden RI II H.M 
  Soeharto yang diwarnai dengan pemberontakan G-30 S PKI dan membuat rakyat tidak percaya kepada Pemerintahan sebelumnya.  
- Peralihan kekuasaan dari Presiden RI II H. Soeharto (1967-1998) ke Presiden RI III  Prof DR. Ing. H. BJ. Habibie diwarnai dengan kerusuhan 11 Mei, dan adanya  indikasi KKN dari pemerintahan sebelumnya
- Peralihan kekuasaan dari Presiden RI III Prof DR. Ing. H. BJ. Habibie (1998-1999) ke Presiden RI IV K.H. Abdurrahman Wahid diwarnai adanya mosi tidak percaya dari Pemerintahan sebelumnya yang merupakan kepanjangan dari Orde Baru. Pisahnya Timor-Timor dari Negara Kesatuan RI ketika itu membuat laporan pertanggungjawaban Presiden tidak diterima oleh MPR.
- Peralihan kekuasaan dari Presiden RI IV (1999-2001) K.H. Abdurrahman Wahid ke Presiden RI V Megawati Soekarno Putri diwanai oleh mosi tidak percaya tentang ketidakcakapan dan kemampuan Presiden RI untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik
- Terakhir peralihan kekuasaan dari Presiden RI V (2001-2004) Megawati Soekarno Putri ke Presiden VI RI H. Susilo Bambang Yudhoyono diwarnai oleh rasa dendam yang berkepanjangan. Bahkan selalu ditampilkan oleh Megawati Soekarno Putri ke H. Susilo Bambang Yudhoyono, ketika Presiden RI Ke VI ini menjabat. Alasan utamanaya adalah pengkhianatan kepentingan. Megawati merasa bahwa Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan pembantunya pada waktu mengkhianati beliau ketika menjabat Presiden. 
- Dari peristiwa tersebut, Presiden RI VI (2004-2014) H. Susilo Bambang Yudhoyono ingin mengubah tradisi kenegaraan yang baik. Kita harus dapat menghormati setiap keputusan yang diambil, karena pada dasaranya kepentingan Rakyat adalah yang utama.

Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Dasar 1945 :
“ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama lima tahun, dan   sesudahnya dapat dipilih kembali dalam satu kali masa jabatan” 
Hal ini mengandung pengertian bahwa jabatan Presiden seperti dalam periode Orde Lama dan Baru sudah tidak ada lagi.

Menurut Nicholo Machieveli :
“ Pemerintahan yang terlalu lama berkuasa cenderung untuk korup”
Demi menghapus itu maka dibuatlah sistem yang mengubah masa jabatan Presiden RI hanya dalam dua periode jabatan. Maksudnya agar Rakyat Indonesia dapat lebih mencintai para pemimpinnya, dengan harapan pemimpinnya dapat melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Termasuk dalam hal ini penyerahan kekuasaan yang dapat berjalan dengan rasa ikhlas antara Presiden Lama ke Presiden baru tanpa adanya skandal dan issue politik yang menyertainya.







Yang unik dari Peristiwa Kenegaraan kemarin adalah hadirnya H. Prabowo Subianto “Rival politik Joko Widodo dalam memperebutkan kursi RI I” Prabowo memberikan ucapan selamat kepada Joko Widodo sedangkan Joko Widodo menganggap sebagai sahabat. Rekonsiliasi menyatukan segalanya. Memang disayangkan jika Negara yang besar ini harus dikorbankan oleh para elite politik. Beruntung Indonesia dan elemen bangsa ini masih mempunyai semangat yang menyatukan kita menuju Indonesia Hebat. 

Memang dalam setiap perbedaan adalah bumbu dari warna kehidupan. Begitu juga dengan saya yang sempat mendukung penuh H. Prabowo Subianto sebagai Presiden RI Ke – VII. Bukan berarti Joko Widodo tidak baik, secara kejujuran dan moralitas Joko Widdodo mungkin lebih baik dari rivalnya. Saya pernah menulis tentang artikel Jokowi pada waktu itu, akan tetapi tanggungjawab yang belum terselesaikan kepada Warga Jakarta sebagai Gubernur, ditambah issue  Jokowi hanya bekerja untuk Konsituen atau partai bukan untuk rakyat sebagai Boneka dari kekuasaan, membuat saya berpikir dua kali untuk memlilh Jokowi sebagai Presiden. Secara Integritas jika seperti itu Jokowi mudah untuk disetir.

Pernah saya berdebat di sosial media Facebook dengan Rhule Lee, sesorang yang teramat menjengkelkan, selalu menjelekkan rival politik Jokowi dengan bahasa yang kurang santun. Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik tidak ia hiraukan. Banyak yang melaporkan perbuatan tidak menyenangkan ini dengan alasan membullying orang tidak pada tempatnya.


Berdasarkan Pasal 9 ayat (1) Undang – Undang Dasar 1945, berbunyi :
“ Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan Majelis Permusyarakatan Rakyat ......”
Berdasarkan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, berbunyi :
“ Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan sidang. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan oleh Mahkamah Agung”

Wacana pelantikan H Joko Widodo dan H.M Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tanpa dihadiri oleh Parlemen akhirnya tidak terbukti. Keduanya dapat dilantik di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat, bahkan segenap komponen masyarakat yang pro maupun kontra tetap mendukung mereka untuk memimpin bangsa. Segala perbedaan telah disatukan. Elite Politik pun memberikan contoh yang baik terhadap perbedaan, dan perbedaan itu diperlukan agar terdapat check and balanced terhadap Pemerintahan saat ini.

Besar harapan kami bahwa di tangan mereka, negara ini akan menjadi hebat. Kita adalah bagian dari dunia. Terima Kasih kepada Bapak H. Susilo Bambang Yudhoyono atas kepemimpinannya selama 10 tahun ini. Selamat datang Bapak H. Joko Widodo untuk memimpin Indonesia menjadi negara Hebat. Mari buat Indonesia lebih baik.

Salam 3 Jari !!!

Penulis :
Pangki Pangluar
Kembali Ke Artikel 
0 comments
Budaya Indonesia di tengah pernikahan 
Raffi & Gigi



Rafii Ahmad & Nagita Slavina, 2 Pasangan selebritis muda telah melangsungkan beberapa rangkaian acara pernikahan di mana sebagai puncak acara diselenggarakan di RITZ Carlton Hotel @ Pacific Place - Jakarta, hari minggu 19/10/2014, kemarin.

Serangkaian prosesi acara yang kental dengan adat Jawa & Sunda telah menunjukkan eksistensi Budaya Indonesia di tengah pernikahan Raffi & Gigi. Mereka mengikatkan janji suci dalam bahtera pernikahan di tanggal 17 Oktober 2014, sesuai dengan tanggal ulang tahun keduanya (di hari ke 17 bulan Februari). Perinkahan Selebriti Muda ini telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi Masyarakat Indonesia. 2 TV Swasta Nasional Terbesar Indonesia (Trans TV, dan RCTI) membeli hak siar secara ekslusif pada perhelatan besar ini.

Raffi & Gigi yang dicintai di pergaulan selebriti dan masyarakat Indonesia, ingin memberikan contoh bagi Generasi Muda di zaman-nya, bahwa pernikahan menggunakan adat adalah suatu yang patut dibanggakan. Warisan leluhur nenek moyang telah mengajarkan begitu baiknya adat isitiadat bagi filosofi kehidupan. Makna Jawa & Sunda yang dipakai dalam perhelatan besar ini sebagai jawaban akulturasi antar kebudayaan Indonesia yang berbaur satu sama lain.

Rangkaian acara dimulai dari :
-  Pengajian, Siraman dan Sungkeman dilaksanakan Tanggal 16/10/2014 di kediaman kedua mempelai :   
   - Rafii Ahmad - Lokasi Green Andara – Lebak Bulus menggunakan Budaya Sunda dalam prosesi acara   
   - Nagita Slavina – Lokasi Tebet menggunakan Budaya Jawa dalam prosesi acara



Ada yang unik dalam pernikahan Raffi&Gigi, Raffi sebagai calon mempelai pria harus menunggu terlebih dahulu air siraman yang diantar oleh Gigi sebagai calon mempelai Wanita. Prosesi antar memang memerlukan waktu, mengingat jarak antara Tebet ke Green Andara – Lebak Bulus, cukup jauh. Setelah tahapan prosesi selesai antara kedua mempelai, malam hari terdapat prosesi Midodareni

- Midodareni berarti malamnya Bidadari. Prosesi ini menggunakan adat Jawa tepatnya Yogyakarta, yang merupakan adat dari calon mempelai wanita. Kedua calon mempelai harus melek, mulai dari Pukul 18.00 hingga pukul 24.00. Konon kabarnya para Bidadari turun untuk merahmati kedua calon mempelai yang akan mengadakan pernikahan ke-esokan harinya di Malam Midodareni ini. Calon mempelai pria mendatangi kediaman calon mempelai wanita, tanpa bertatap muka keduanya. Serangkaian prosesi dimulai dari pemberian bekal manten untuk akad nikah hingga wejangan dari para sesepuh (terutama Orangtua mempelai wanita) yang dilakukan untuk melengkapi kesempurnaan acara. Ada yang unik Rafii, kebetulan memakai beskap warna semu pink rancangan desainer ternama "Biyan", harus berpuasa makan, dan hanya minum air dari pemberian Ibu mempelai wanita Rita Amelia yang bernama “Toyo Wening”. Filosofi-nya agar aura kedua calon mempelai terlihat di acara akad nikah besok.( Dalam Budaya Jawa, melakukan tirakat dan puasa di setiap berlangsungnya acara besar biasa dilakukan). Setelah serangkaian prosesi acara dilakukan hingga larut malam. Prosesi akad nikah dilangsungkan ke-esokan harinya.




- Akad Nikah




Akad Nikah diselenggarakan di RITZ Carlton Hotel @ Pacific Place – Jakarta, 300 undangan dipersiapkan untuk menghadiri janji suci ini. Sengaja dipilih tanggal 17/10/2014, bertepatan dengan hari ulang tahun ke duanya. Mas Kawinnya juga dipilih dengan nuansa yang sama RP. 17.022. 014,- . Dahlan Iskan “Menteri BUMN” dan Ridwan Kamil “Walikota Bandung” tokoh yang menginspirasi kedua mempelai sengaja dipilih oleh Raffi & Gigi, Dahlan Iskan telah diminta oleh Rafii jauh hari sebelum tanggal pernikahan, bahkan H-1 Rafii sempat menghubungi saya “Kata Dahlan Iskan. Ridwan Kamil “Walikota Bandung” sengaja dipilih oleh Raffi karena hubungan sejarah dengan Bandung. Bandung adalah kota kelahiran Raffi Ahmad. Prof Dr Quraish Shihab ditunjuk sebagai pemberi ceramah di acara akad nikah. Janji suci diucapkan oleh Raffi Ahmad hanya dalam satu kali, dan pernikahan sah. Secara Hukum Nagita Slavina telah menjadi Ny Raffi Ahmad. Selebriti muda yang dikenal Play Boy dan sering gonta-ganti pacar telah menemukan tambatan hatinya kepada Nagita Slavina.

- Resepsi Acara Pernikahan



Resepsi acara pernikahan diselenggarakan di RITZ Carlton Hotel @ Pacific Place – Jakarta. 3000 Undangan dipersiapkan bagi para kolega Rafii & Gigi baik itu di Industri Hiburan maupun Komunitas Mobil dan Motor Gede (Moge). Undangannya menggunakan bar code untuk memudahkan identifikasi, maklum Ritz Carlton adalah hotel berbintang yang terkenal ketat dalam sistem keamanan. Hampir 8000 –an orang hadir di acara pernikahan Rafii & Gigi. Mereka mendoakan yang terbaik bagi keduanya. Nuansa Jawa dengan Ribuan Kuliner Nusantara dihadirkan untuk memeriahkan acara ini. Yang unik Chef Ritz Carlton Hotel, dengan label Internasional Food di dalamnya terpaksa masak menu kuliner Nusantara. Sup Konro, Tengkleng, Rendang membuktikan bahwa Indonesia kaya akan Wisata Kuliner. Dekoratif nuansa Jawa dengan warna Pink sebagai warna kesukaan Gigi menghiasi di setiap sudut ruang resepsi. Raffi&Gigi menggunakan dodot khas Jawa, busana yang biasa dipakai oleh Raja Kesultanan Yogyakarta saat mengadakan acara pernikahan. Kedua Orang Tua mempelai “ Mahmud Ahmad” Paman Rafii Ahmad yang menjadi wakil dari Alm Munawar Ahmad “Ayahanda Raffi Ahmad” dan Ibunda Ami Qonita serta Gideon Tangker dan Rita Amerilia Orangtua Nagita Slavina menggunakan Beskap dan Kebaya rancangan Anne Aventie. Bahkan di setiap event Anne Aventie desainer Indonesia yang terkenal akan motif kebaya dan brokat ini sengaja dipilih oleh keluarga Raffi untuk mendesain baju bagi Ibu, dan kedua Adik Raffi Ahmad.



Olla Ramlan dan Aufar di resepsi Pernikahan Raffi&Gigi

Perhelatan yang dibeli hak siarnya secata ekslusif oleh RCTI, berlangsung secara mewah, Puluhan Artis turut menyumbang lagu bagi kado pernikahan Rafii sebut saja Syahrini, dan Maruli Tampubolon, Anang dan Ashanti, Armand dan Dewi Gita dan iringan Band Lainnya seperti Kahitna dan Sheila On 7. Tidak lupa di akhir acara Ashraff dan Bunga Citra Lestari terpilih sebagai Best Couple, untuk baju yang dipakai keduanya.
Sungguh Acara yang Luar Biasa !


Penulis :
Pangki Pangluar
Sumber :
Detik.com
OkeZone.com 
Kembali Ke Artikel
0 comments
Mark Zuckerberg Datangi Indonesia

Saya baru tiba di Indonesia... dan saya langsung terpesona melihat sun rise di Borobudur .....
Mark Zuckerberg



3 hari lalu (12/10/2014), CEO sekaligus Founder Facebook, Mark Zuckeberg datangi Indonesia. Kunjungan Mark Zuckeberg bukan tanpa alasan. Beberapa Agenda Kerjasama telah direncanakan oleh Milyuner Muda Dunia ini, termasuk kunjungan dengan Presiden Terpilih Joko Widodo di Jakarta...

Facebook, siapa tidak kenal dengan situs jejaring sosial terbesar di dunia ini. Situs ini menampilkan banyak pilihan konten. Selain sebagai media chatting yang menghubungkan komunikasi dengan teman lama maupun baru secara online, situs media sosial ini juga sebagai promosi ampuh bagi sebagian besar orang yang ingin menjual sesuatu produknya ke media sosial. Tentu saja dengan cara gratis maupun berbayar yang disediakan oleh layanan Facebook.

Sebelum kita mengenal Twitter, Path, Google +, dan Instagram, Facebook lebih dikenal luas oleh masyarkat dunia. Media Sosial ini menggantikan Friendster yang lebih dikenal Old School untuk menjawab kegelisahan masyarakat dunia pada waktu itu. Tentu saja dengan dengan media chatting yang menghubungkan dengan segala Profile baik secara Personal, maupun Group dan seputar berita yang terjadi di belahan dunia yang dapat di share melalui media ini.



Lalu apa hubungannya dengan kunjungan CEO dan sekaligus Founder Facebook ke Indonesia ? Sebagai negara pemakai layanan Facebook terbesar ke-empat di dunia, setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India posisi Indonesia dirasa strataegis bagi Mark untuk merebut hati para pemakai Facebook. Di mana para pemakai mulai beralih ke media sosial lain seperti Instagram, Twitter , Path, dan Google + sebagai media promosinya. Dalam langkah itulah Mark ingin menawarkan kerjasama bagi Indonesia melalui pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang dapat dilakukan secara on-line di Media Sosial ini.

Sejalan dengan gagasan Ekonomi Kreatif yang terus digerak-kan, bahkan di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo sebagai Presiden Terpilih sangat concern untuk mendukung Ekonomi Mandiri yang bertumpuh pada basis Ekonomi Kreatif Kerakyatan. Rakyat sebagai peletak dalam menentukan arah ekonominya. Hal ini dimaksudkan agar para generasi muda tidak hanya bertumpuh pada mindset untuk menjadi pekerja, tetapi harus dapat menciptakan kewirausahaan yang mandiri dan menciptakan lapangan kerja itu sendiri. Modal Sumber Daya Manusia Indonesia yang kreatif, menjadi acuan untuk menciptakan arah ekonomi yang lebih baik.

Dengan adanya program UMKM yang ditawarkan oleh Pendiri Facebook bagi para Wirausaha Muda Indonesia, diharapkan tercipta sinergi yang baik bagi Pemerintah untuk memajukan Ekonomi Kreatif Indonesia. Kita belum tahu bentuknya seperti apa, apakah Facebook akan membuat media seperti blog yang dikembangkan oleh Blogger - Google maupun Wordpress atau hanya berupa penyedia Toko Online seperti yang dikembangkan oleh Nurbaya Intiative bekerjasama dengan Sitti Media Advertising Indonesia. Tentu saja dengan menyediakan sistem yang tepat dan dapat memudahkan para pengguna Toko Online maupun Media Online Blog untuk dapat mempromosikan Produknya.


Tidak lupa, kunjungan Mark ke Jakarta untuk menemui Presiden Terpilih Joko Widodo diagendakan untuk melakukan aksi blusukan di pasar - Jakarta. Pasar Tanah Abang akhirnya menjadi pilihan yang tepat bagi Mark dan Jokowi. Aksi blusukan yang kerap kali dilakukan oleh Joko Widodo, Presiden Terpilih RI, telah mengundang keingin-tahuan dunia. Aksi blusukan ini bahkan sempat menjadi trending topic dunia, Di Media Sosial seperti Facebook, Twitter, dan Path, aksi blusukan Joko Widodo pernah menempati posisi satu, bahkan banyak kepala negara di dunia yang berusaha meniru program Mantan Walikota Solo dan Gubernur Jakarta ini. Demi menjawab keingintahuan Anak Muda ini, Jokowi mengajak aksi blusukan di Pasar Tanah Abang – Jakarta. 
Semua agenda Founder dan CEO Facebook dengan Presiden Terpilih telah dilakukan. Saatnya mencipatakan Indonesia lebih baik ...

Make Indonesia Better !

Penulis :
Pangki Pangluar
Kembali Ke ARTIKEL
0 comments
THE COLOUR OF INDONESIA
ENTER
MASUK